Kamis, 17 Januari 2008

Pertama Sampai Ketiga Santai


Pekan teduh, waktu selama seminggu sebelum UAS. Masa ini dianggap masa tenang oleh sebagia besar mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadipi ujian selama seminggu. Tak heran jika moment tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk belajar.
Dari beberapa mahasiswa yang dimintai keterangan, selama pekan teduh mereka berencana mengisi aktivitas selain belajar. Ternyata aktivitas yang salah satunya akan mereka kerjakan adalah beristirahat selama pekan teduh, karena selama satu semester menerima kuliah dan menerima tugas perkuliahan membuat pikiran menjadi jenuh. Dari kejenuhan tersebut banyak sekali aktivitas selain belajar yang dilakukan.
Pernyataan dari mahasiswa pun pekan teduh dianggap sebuah kebebasan berkreasi, bermain mencari pengalaman dan intinya pekan teduh adalah waktu yang pas, sekaligus menganggap pekan keduh tidak efektif.
Banyak pula yang menganggap bahwa pekan teduh adalah libur seperti waktu pasca UAS dimana waktu kosong yang diberikan mahasiswa antara tiga Minggu sampai satu bulan. Oleh karena itu dengan kekosongan ini banyak juga dari mahasiswa yang berencana mengisi waktu dengan jalan-jalan bersama teman atau rekreasi, nonton, tidur, bahkan bermain play station menjadi kegemaran. Bagi mereka juga yang berasal dari daerah luar kota tidak lupa untuk menyempatkan waktunya untuk pulang ke kampung halaman.
Tidak lepas dari masa-masa sebelum UAS persiapan mahasiswa untuk menghadipinya pun dilakukan. Kebutuhannya tidak lepas jauh dari hasil perkuliahan seperti catatan yang kurang lengkap segera dilengkapi. Kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan sebelum UAS juga banyak terulang mahasiswa seperti belajar sehari sebelum ujian pada saat malam hari. “Biasanya hari pertama sampai ke 3 santai-santai. Tapi setelah hari keempat mulai belajar dikit mengenai kefektifannya, pekan teduh efektif juga karena memberikan kita waktu untuk belajar, tapi banyak juga sebagian mahasiswa yang pakek pekan teduh buat santai-santai dan main-main ama temen” kata Ririn, ilmu komunikasi. Bahkan menurut lusi, “pekan teduh efektif, klo misalnya kita belajarar terlalu lama entar kita lupa dan nggak bisa buat kerpean”. (Red)

Rabu, 16 Januari 2008

Tax Goes to Campus


Sekarang banyak sekali aktivitas universitas yang kita jumpai, termasuk di UPN. Tiap fakultas melaksanakan program kerja mereka, tapi perlu kita ketahui juga bahwa banyak aktivitas dari universitas lain yang masuk dan diikuti oleh mahasiswa UPN. Seperti acara yang diselenggarakan oleh Dirjen Pajak yang merangkul himpunan mahasiswa D3 Akuntansi Universitas Airlangga dan bekerja sama mengadakan acara Tax Goes To Campus. Acara ini digelar di gedung Fakultas Ekonomi S1 Unair pada tanggal 29-30 November 2007.
Berbagai macam acara terangkum di dalamnya, antara lain seminar pajak dan empat acara utama yang diperlombakan, yaitu perlombaan akustik band, karikatur, debat pajak dan kampanye pajak. Tidak hanya itu, ada juga lomba supporter dor prize dan games. Berbagai macam hadiah yang menarik, mulai dari sertifikat, uang tunai sampai cindera mata disediakan oleh Dirjen Pajak dan panitia dari D3 Akuntansi Unair. Acara yang memang ditujukan untuk mahasiswa ini tidak memungut biaya sama sekali dari pesertanya.
Menurut Lukas Hendrawan selaku Kepala Pungurus kantor Dirjen Pajak Jakarta, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang pajak khususnya kepada mahasiswa dengan harapan nantinya setelah lulus dan bekerja kita sudah tahu yang harus kita lakukan bila kita disodori masalah pajak. Selain itu dapat juga memberikan pengertian dan informasi serta pentingnya pajak pada masyarakat dan mahasiswa.
Lukas juga menuturkan bahwa acara ini road show dari kota-kota besar di Indonesia seperti Samarinda, Batam, Solo, Yogyakarta, Semarang, Lampung, Banyuwangi, Padang, Medan, dan Surabaya sebagai kota terakhir sekaligus penutup untuk acara road show Tax Goes To Campus ini.
Acara ini tidak hanya untuk mahasiswa ekonomi saja, tetapi semua mahasiswa. Undangan Tax Goes To Campus diberikan kepada setiap jurusan di semua univesitas yang ditunjuk melalui himajur. Di UPN sendiri informasi tentang acara ini sudah menyebar, tetapi animo dari mahasiswa tidak begitu besar. Hanya mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dengan dominasi peserta dari jurusan akuntansi yang mengikuti hampir di semua perlombaan, yaitu lomba debat pajak, kampaye pajak, akustik band, karikatur dan lomba supporter.
Hari pertama (29/10/07) para peserta Tax Goes To Campus mengikuti acara seminar yang diadakan dua hari beturut-turut. Seminar yang berlangsung pada pukul 09.00-11.00 dan menghadiahkan sertifikat bagi pesertanya itu kemudian diteruskan dengan perlombaan-perlombaan. Peserta lomba didominasi oleh 3 universitas yaitu UPN, Unair, dan Unesa yang bersaing ketat. Pada akhir acara, kira-kira pukul 16.00 WIB diumumkan para peserta perlombaan yang lolos ke-babak berikutnya. UPN berhasil lolos dalam lomba debat pajak, akustik band, dan karikatur.
Pada hari terakhir (30/10/07) dengan membawa supporter seadanya ruang seminar jurusan Akuntansi S1 UNAIR seakan bergetar. Sorakan supporter tak henti-hentinya memberikan semangat. UPN berhasil meraih beberapa juara, antara lain juara III karikatur yang diperoleh Rendy Mahendra (Akuntansi, 2006), juara III akustik band oleh mahasiswa manajemen dan juara IV besar debat pajak yang diraih oleh Tommy Angga (Akuntansi, 2005) dan Febry (Akuntansi, 2004).
Hadi (Akuntansi, 2006) menyatakan surprise sekali karena tim dari UPN dapat meraih beberapa juara dari perlomaban-perlombaan yang diselenggarakan. “Padahal kita dari HMAK UPN tidak ada persiapan sama selali untuk mengikuti acara ini, kita hanya BONEK alias bondo nekat aja dan satu saja alasan kita inginkan mengikuti acara ini bahwa kita ingin tunjukan bahwa mahasiswa UPN tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas negeri dan swasta yang lain. Untuk mahasiswa UPN, jangan kalian sesali dan sedih berkuliah di UPN. Kita hanya harus menunjukan kepada masyarakat luar bahwa kita mahasiswa UPN juga dapat berprestasi untuk menuju UPN yang baik dan berkualitas. Jadi banggalah menjadi mahasiswa UPN.” (ngo)
Powered By Blogger