Tampilkan postingan dengan label Januari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Januari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2008

Tax Goes to Campus


Sekarang banyak sekali aktivitas universitas yang kita jumpai, termasuk di UPN. Tiap fakultas melaksanakan program kerja mereka, tapi perlu kita ketahui juga bahwa banyak aktivitas dari universitas lain yang masuk dan diikuti oleh mahasiswa UPN. Seperti acara yang diselenggarakan oleh Dirjen Pajak yang merangkul himpunan mahasiswa D3 Akuntansi Universitas Airlangga dan bekerja sama mengadakan acara Tax Goes To Campus. Acara ini digelar di gedung Fakultas Ekonomi S1 Unair pada tanggal 29-30 November 2007.
Berbagai macam acara terangkum di dalamnya, antara lain seminar pajak dan empat acara utama yang diperlombakan, yaitu perlombaan akustik band, karikatur, debat pajak dan kampanye pajak. Tidak hanya itu, ada juga lomba supporter dor prize dan games. Berbagai macam hadiah yang menarik, mulai dari sertifikat, uang tunai sampai cindera mata disediakan oleh Dirjen Pajak dan panitia dari D3 Akuntansi Unair. Acara yang memang ditujukan untuk mahasiswa ini tidak memungut biaya sama sekali dari pesertanya.
Menurut Lukas Hendrawan selaku Kepala Pungurus kantor Dirjen Pajak Jakarta, acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang pajak khususnya kepada mahasiswa dengan harapan nantinya setelah lulus dan bekerja kita sudah tahu yang harus kita lakukan bila kita disodori masalah pajak. Selain itu dapat juga memberikan pengertian dan informasi serta pentingnya pajak pada masyarakat dan mahasiswa.
Lukas juga menuturkan bahwa acara ini road show dari kota-kota besar di Indonesia seperti Samarinda, Batam, Solo, Yogyakarta, Semarang, Lampung, Banyuwangi, Padang, Medan, dan Surabaya sebagai kota terakhir sekaligus penutup untuk acara road show Tax Goes To Campus ini.
Acara ini tidak hanya untuk mahasiswa ekonomi saja, tetapi semua mahasiswa. Undangan Tax Goes To Campus diberikan kepada setiap jurusan di semua univesitas yang ditunjuk melalui himajur. Di UPN sendiri informasi tentang acara ini sudah menyebar, tetapi animo dari mahasiswa tidak begitu besar. Hanya mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dengan dominasi peserta dari jurusan akuntansi yang mengikuti hampir di semua perlombaan, yaitu lomba debat pajak, kampaye pajak, akustik band, karikatur dan lomba supporter.
Hari pertama (29/10/07) para peserta Tax Goes To Campus mengikuti acara seminar yang diadakan dua hari beturut-turut. Seminar yang berlangsung pada pukul 09.00-11.00 dan menghadiahkan sertifikat bagi pesertanya itu kemudian diteruskan dengan perlombaan-perlombaan. Peserta lomba didominasi oleh 3 universitas yaitu UPN, Unair, dan Unesa yang bersaing ketat. Pada akhir acara, kira-kira pukul 16.00 WIB diumumkan para peserta perlombaan yang lolos ke-babak berikutnya. UPN berhasil lolos dalam lomba debat pajak, akustik band, dan karikatur.
Pada hari terakhir (30/10/07) dengan membawa supporter seadanya ruang seminar jurusan Akuntansi S1 UNAIR seakan bergetar. Sorakan supporter tak henti-hentinya memberikan semangat. UPN berhasil meraih beberapa juara, antara lain juara III karikatur yang diperoleh Rendy Mahendra (Akuntansi, 2006), juara III akustik band oleh mahasiswa manajemen dan juara IV besar debat pajak yang diraih oleh Tommy Angga (Akuntansi, 2005) dan Febry (Akuntansi, 2004).
Hadi (Akuntansi, 2006) menyatakan surprise sekali karena tim dari UPN dapat meraih beberapa juara dari perlomaban-perlombaan yang diselenggarakan. “Padahal kita dari HMAK UPN tidak ada persiapan sama selali untuk mengikuti acara ini, kita hanya BONEK alias bondo nekat aja dan satu saja alasan kita inginkan mengikuti acara ini bahwa kita ingin tunjukan bahwa mahasiswa UPN tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas negeri dan swasta yang lain. Untuk mahasiswa UPN, jangan kalian sesali dan sedih berkuliah di UPN. Kita hanya harus menunjukan kepada masyarakat luar bahwa kita mahasiswa UPN juga dapat berprestasi untuk menuju UPN yang baik dan berkualitas. Jadi banggalah menjadi mahasiswa UPN.” (ngo)

Melintasi Langit Nusantara dengan Kaleng Susu


Konsep dasar gaya hidup hijau, yakni reuse, refill, dan recycle, juga berlaku di dunia teknologi informasi. Kaleng-kaleng bekas bisa didaur ulang menjadi antena wireless LAN. Sebenarnya istilah antena kaleng bukan penyebutan yang benar. Sebab, kaleng dalam keseluruhan antena ini, hanya berfungsi sebagai balancing saja.
Awalnya, antena ini dibuat dengan menggunakan kaleng susu biasa sebagai bahan eksperimen. Namun sayangnya, saat itu spectrum analyzer susah dicari sehingga performance antena kaleng tersebut masih sulit untuk dianalisis. Antena tersebut hanya menganalisis berdasarkan jarak jangkauan dan stabilitas koneksi saja. Sedangkan signaling tidak bisa dianalisis tanpa tool. Jadi, saat itu tidak diperoleh data kebocoran sinyal, adanya spletter ke frekuensi lain, dan lain sebagainya.
Setelah beberapa kali dianlisis akhirnya berhasil ditemukan beberapa titik kritis dalam pembuatan antena kaleng. Misalnya, antena kaleng itu umumnya punya sudut pancaran (beamwidth) 15 derajat. Hal ini diketahui dengan membandingkan sudut pancaran sinyal antena jadi. Cara-cara optimal tersebut meliputi perhitungan ideal, teknis pemasangan, hingga mekanisme pointing yang benar. Hasilnya, antena kaleng buatan ini berani diadu dengan antena wireless original.
Saat sudah menemukan teknik ideal perakitan antena kaleng, terjadi hal yang menguntungkan di dunia Internet Indonesia. Yakni tren layanan baru Internet Service Provider (ISP) yang menyediakan aplikasi wireless mulai marak. Di samping itu, banyak ISP yang mengubah topologinya dengan misi mendekatkan diri ke konsumen. Yakni konfigurasi dan topologi jaringan wireless LAN outdoor low range dengan maximum density.
Beragam Bentuk Berbeda Cara
Ada perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB di dalamnya, seperti produk Iconnect. Namun, ada juga yang masih konektornya UTP biasa, seperti produk Compex, Senao, Planet, dan lain sebagainya.
Untuk perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB atau mini router atau NAT gateway, bisa langsung dipasang ke komputer pengguna, tanpa melewati router lagi. Namun, jika model perangkat radio yang dipasang masih tipe bridging biasa, dibutuhkan router. Terutama jika koneksi hendak dibagi ke beberapa klien.
Namun jika hanya untuk single user, bisa langsung dipasang melalui ethernet card. ISP di Indonesia umumnya memilih produk yang sudah memiliki router atau NAT gateway. Sebab, selain lebih mudah pengaturannya, juga topologinya lebih fleksibel. Setelah siap dipasang, tinggal pointing untuk mencapai sinyal dari ISP. Antena yang sudah dirakit dengan cara seperti ini bisa menjangkau 1 hingga 2 km.
CARA PEMBUATAN ANTENA KALENG
1. Siapkan peralatan dan bahan-bahan. Mulai bor, penggaris, hingga kaleng bekas dengan profil dimensi yang sesuai. Kemudian, kaleng dibersihkan dan diratakan mulutnya agar tidak melukai tangan. Pastikan kaleng sudah bersih dan kering.
2. Dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan tinggi kaleng. Masukkan ukurannya dalam rumus untuk menentukan titik wave guide dan penguatannya. Siapkan konektor N Female Panel Mount dan membuat wave guide sesuai hasil kalkulasi dimensi kaleng dan frekuensi yang telah diperoleh sebelumnya dari rumus.
3. Ukur lokasi dari dasar kaleng dan bor titik wave guide. Kemudian buat lubang baut dudukan konektor N Female Panel Mount. Tahap berikutnya adalah perkabelan. Kupas inner tembaga kabel CNT/LMR-200 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk wave guide. Lanjutkan dengan menyambung kabel inner Wave Guide ke konektor N Female Panel Mount. Panjang kabel jumper adalah kelipatannya hasil yang diperolehdari rumus: berdasarkan rumus (3 x 108 (rambatan sinyal di udara)/frekuensi dalam khz) x 0,92 (koefisien kabel). Sedangkan loss akibat kabel dihitung berdasar situs www.swisswireless.org/wlan_calc_en.html.
4. Pasang wave guide yang sudah tersolder di ke lubang di kaleng. Eratkan baut konektor ke kaleng. Jangan lupa untuk segera menutup dengan rubber silicon sebagai pelindung dari kebocoran air dan mencegah terjadinya karat pada konektor. Bor dasar kaleng untuk memasang clamp mounting ke tower atau dudukan antena. Solusi lain, bisa juga menggunakan besi plat untuk stang kaleng. Intinya, kaleng bisa ditempelkan kuat ke tower atau tiang tanpa kesulitan. Tentu saja, wave guide tidak boleh bergeser atau bergerak ke titik yang lain.
5. Potong kabel RG-8 9913/CNT/LMR-400 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk jumper dengan panjang kelipatan 11,5 cm. Perhatikan situs referensi untuk melihat rumus perhitungan cable balancing. Pasangkan konektor N Male atau N Female ke jumper. Lalu lindungi sambungan konektor dengan rubber silicon. Setelah terpasang kuat, baru masuk tahap finishing, yakni pemasangan tutup depan kaleng. Tutup depan ini perlu diperhatikan bahannya, tidak dari bahan metal. Jadi bisa plastik atau PVC. Kemudian semua celah diberi silicon gel, untuk penahan air. Lalu dimulailah pengecatan bodi kaleng sesuai selera.
6. Setelah terangkai semua dengan kuat dan enak dilihat, maka antena kaleng siap dipasang. Ada dua cara pemasangan antena kaleng ini. Keduanya tidak jauh berbeda dengan pemasangan antena wave LAN biasa. Kedua cara ini tergantung pada jenis perangkat radio yang digunakan. Ada perangkat yang langsung ke komputer, ada juga yang membutuhkan router. Setelah terpasang, uji coba antena dengan teknik War Driving. Teknik ini menggunakan software Site Survey seperti Netstumbler.
Teknik Pemasangan
Panduan pemasangan dan pointing dibuat khusus untuk PC Media. Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum melakukan instalasi. Yakni menggunakan perhitungan Link Budget Calculator dari http://www.satsig.net/link-budget.htm. Untuk kalkulasi site survey menggunakan situs http://www.cplus.org/rmw/english1.html.
Setelah terpasang dan sudah di-pointing, bandingkan gain antena wave guide dengan antena existing link yang sudah ada. Pasang antena di tower atau pipa kemudian lakukan pointing sampai maksimal dan siap digunakan. Perhatikan cuaca untuk keselamatan antena dan radio. Jangan pernah melakukan pointing saat mendung, terlebih saat hujan. Baik di lokasi pemasangan atau di ISP yang hendak dituju. Bagaimanapun, antena wave LAN, baik kaleng atau orisinal, masih sensitif terhadap cuaca.
Powered By Blogger