Rabu, 16 Januari 2008

Melintasi Langit Nusantara dengan Kaleng Susu


Konsep dasar gaya hidup hijau, yakni reuse, refill, dan recycle, juga berlaku di dunia teknologi informasi. Kaleng-kaleng bekas bisa didaur ulang menjadi antena wireless LAN. Sebenarnya istilah antena kaleng bukan penyebutan yang benar. Sebab, kaleng dalam keseluruhan antena ini, hanya berfungsi sebagai balancing saja.
Awalnya, antena ini dibuat dengan menggunakan kaleng susu biasa sebagai bahan eksperimen. Namun sayangnya, saat itu spectrum analyzer susah dicari sehingga performance antena kaleng tersebut masih sulit untuk dianalisis. Antena tersebut hanya menganalisis berdasarkan jarak jangkauan dan stabilitas koneksi saja. Sedangkan signaling tidak bisa dianalisis tanpa tool. Jadi, saat itu tidak diperoleh data kebocoran sinyal, adanya spletter ke frekuensi lain, dan lain sebagainya.
Setelah beberapa kali dianlisis akhirnya berhasil ditemukan beberapa titik kritis dalam pembuatan antena kaleng. Misalnya, antena kaleng itu umumnya punya sudut pancaran (beamwidth) 15 derajat. Hal ini diketahui dengan membandingkan sudut pancaran sinyal antena jadi. Cara-cara optimal tersebut meliputi perhitungan ideal, teknis pemasangan, hingga mekanisme pointing yang benar. Hasilnya, antena kaleng buatan ini berani diadu dengan antena wireless original.
Saat sudah menemukan teknik ideal perakitan antena kaleng, terjadi hal yang menguntungkan di dunia Internet Indonesia. Yakni tren layanan baru Internet Service Provider (ISP) yang menyediakan aplikasi wireless mulai marak. Di samping itu, banyak ISP yang mengubah topologinya dengan misi mendekatkan diri ke konsumen. Yakni konfigurasi dan topologi jaringan wireless LAN outdoor low range dengan maximum density.
Beragam Bentuk Berbeda Cara
Ada perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB di dalamnya, seperti produk Iconnect. Namun, ada juga yang masih konektornya UTP biasa, seperti produk Compex, Senao, Planet, dan lain sebagainya.
Untuk perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB atau mini router atau NAT gateway, bisa langsung dipasang ke komputer pengguna, tanpa melewati router lagi. Namun, jika model perangkat radio yang dipasang masih tipe bridging biasa, dibutuhkan router. Terutama jika koneksi hendak dibagi ke beberapa klien.
Namun jika hanya untuk single user, bisa langsung dipasang melalui ethernet card. ISP di Indonesia umumnya memilih produk yang sudah memiliki router atau NAT gateway. Sebab, selain lebih mudah pengaturannya, juga topologinya lebih fleksibel. Setelah siap dipasang, tinggal pointing untuk mencapai sinyal dari ISP. Antena yang sudah dirakit dengan cara seperti ini bisa menjangkau 1 hingga 2 km.
CARA PEMBUATAN ANTENA KALENG
1. Siapkan peralatan dan bahan-bahan. Mulai bor, penggaris, hingga kaleng bekas dengan profil dimensi yang sesuai. Kemudian, kaleng dibersihkan dan diratakan mulutnya agar tidak melukai tangan. Pastikan kaleng sudah bersih dan kering.
2. Dilanjutkan dengan pengukuran diameter dan tinggi kaleng. Masukkan ukurannya dalam rumus untuk menentukan titik wave guide dan penguatannya. Siapkan konektor N Female Panel Mount dan membuat wave guide sesuai hasil kalkulasi dimensi kaleng dan frekuensi yang telah diperoleh sebelumnya dari rumus.
3. Ukur lokasi dari dasar kaleng dan bor titik wave guide. Kemudian buat lubang baut dudukan konektor N Female Panel Mount. Tahap berikutnya adalah perkabelan. Kupas inner tembaga kabel CNT/LMR-200 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk wave guide. Lanjutkan dengan menyambung kabel inner Wave Guide ke konektor N Female Panel Mount. Panjang kabel jumper adalah kelipatannya hasil yang diperolehdari rumus: berdasarkan rumus (3 x 108 (rambatan sinyal di udara)/frekuensi dalam khz) x 0,92 (koefisien kabel). Sedangkan loss akibat kabel dihitung berdasar situs www.swisswireless.org/wlan_calc_en.html.
4. Pasang wave guide yang sudah tersolder di ke lubang di kaleng. Eratkan baut konektor ke kaleng. Jangan lupa untuk segera menutup dengan rubber silicon sebagai pelindung dari kebocoran air dan mencegah terjadinya karat pada konektor. Bor dasar kaleng untuk memasang clamp mounting ke tower atau dudukan antena. Solusi lain, bisa juga menggunakan besi plat untuk stang kaleng. Intinya, kaleng bisa ditempelkan kuat ke tower atau tiang tanpa kesulitan. Tentu saja, wave guide tidak boleh bergeser atau bergerak ke titik yang lain.
5. Potong kabel RG-8 9913/CNT/LMR-400 yang memiliki nilai resistansi 50 Ohm untuk jumper dengan panjang kelipatan 11,5 cm. Perhatikan situs referensi untuk melihat rumus perhitungan cable balancing. Pasangkan konektor N Male atau N Female ke jumper. Lalu lindungi sambungan konektor dengan rubber silicon. Setelah terpasang kuat, baru masuk tahap finishing, yakni pemasangan tutup depan kaleng. Tutup depan ini perlu diperhatikan bahannya, tidak dari bahan metal. Jadi bisa plastik atau PVC. Kemudian semua celah diberi silicon gel, untuk penahan air. Lalu dimulailah pengecatan bodi kaleng sesuai selera.
6. Setelah terangkai semua dengan kuat dan enak dilihat, maka antena kaleng siap dipasang. Ada dua cara pemasangan antena kaleng ini. Keduanya tidak jauh berbeda dengan pemasangan antena wave LAN biasa. Kedua cara ini tergantung pada jenis perangkat radio yang digunakan. Ada perangkat yang langsung ke komputer, ada juga yang membutuhkan router. Setelah terpasang, uji coba antena dengan teknik War Driving. Teknik ini menggunakan software Site Survey seperti Netstumbler.
Teknik Pemasangan
Panduan pemasangan dan pointing dibuat khusus untuk PC Media. Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum melakukan instalasi. Yakni menggunakan perhitungan Link Budget Calculator dari http://www.satsig.net/link-budget.htm. Untuk kalkulasi site survey menggunakan situs http://www.cplus.org/rmw/english1.html.
Setelah terpasang dan sudah di-pointing, bandingkan gain antena wave guide dengan antena existing link yang sudah ada. Pasang antena di tower atau pipa kemudian lakukan pointing sampai maksimal dan siap digunakan. Perhatikan cuaca untuk keselamatan antena dan radio. Jangan pernah melakukan pointing saat mendung, terlebih saat hujan. Baik di lokasi pemasangan atau di ISP yang hendak dituju. Bagaimanapun, antena wave LAN, baik kaleng atau orisinal, masih sensitif terhadap cuaca.

LET’S HAVE FUN TOGETHER


Di kota metropolis seperti Surabaya padatnya rutinitas tentunya membuat jenuh dan bosan. Hal yang serupa juga dialami oleh mahasiswa yang dalam lima hari mereka harus menjalankan rutinitas di perkuliahan, belum lagi jika ditambah dengan kegiatan di luar kuliah, seperti mengikuti UKM atau kerja part time. Dengan seabrek kegiatan pastilah dibutuhkan refreshing untuk menyegarkan pikiran. Nah, di kalangan mahasiswa, di saat mereka boring terhadap rutinnitas yang mereka jalani, refreshing dan having fun masuk dalam list schedule mereka. Yang menjadi pertanyaan adalah, cara seperti apa yang mereka tempuh untuk menyegarkan otak mereka?
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk me-refresh otak kita setelah seminggu diisi dengan kejenuhan rutinitas. Misalnya dengan berlibur, memanjakan diri di rumah dengan bermalas-malasan, shopping, ataupun pergi ke tempat-tempat pesta. Pesta, yang lebih sering disebutkan dengan kata party atau clubbing adalah salah satu alternanif yang banyak dipakai mahasiswa untuk me-refresh diri dari suatu kepenatan dan juga tempat have fun together.
Macam dari party sendiri begitu banyak diantaranya adalah barbeque party, jungle party, pajamas party, bahkan ice cream party dan party in da club. Party in da club inilah yang sudah tidak asing buat kita. Banyak mahasiswa yang melakukan party yang sering disebut dengan “DUGEM” atau dunia gemerlap, yaitu party indoor yang diadakan di suatu club dilengkapi dengan lighting yang begitu gemerlap ini. Di sela rutinitas yang se-abrek para mahasiswa pun tak segan untuk dugem sekedar untuk merelaksasikan dirinya sekali atau dua kali seminggu. Julukan party goers, party holic atau party addict bahkan party habit telah melekat pada para mahasiswa yang sering pergi clubbing.
Well, harus diakui bahwa party juga telah mewabah di lingkungan para mahasiswa dan telah menjadi bagian dari life style mereka, bahkan ada dari mahasiswa sudah mengenal party sejak duduk dibangku SMA. “Aku udah mulai mengenal clubbing sejak kelas 2 SMA, waktu itu aku diajakin ama pacarku. Karena aku penasaran dan belum pernah nyobain, so, I join with my beibz,” tuturnya salah seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi yang menolak menyebutkan namanya ini.
LET’S START, IT’S GETTING HOT IN HERE
“Ampuni aku DJ, di tengah lautan pesta..,” cuplikan lagu Jagostu benar-benar mendeskripsikan suasana party. Saat DJ memainkan musik, goyangan para party goers pun langsung menyambut di dance floor. Party goers selalu melakukannya, biasanya mereka langsung turun ke bawah dan ikut bergoyang. Tidak hanya itu, party juga dipakai sebagai ajang cari gebetan atau pacar baru. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang mahasiswa semester 3 Akuntansi, bahwa ia sering kali mengajak temannya untuk dipertemukan oleh temannya yang lain. ”Berhubung aku jomblo, ya udah waktu party aku cari kenalan, tapi apesnya nggak ada yang mau aku ajakin kenalan tuh,” kenangnya.
Hal serupa pun juga dialami oleh Hani (Hukum, 2007), “Pernah tuh, waktu aku party aku dapet gebetan baru, padahal nggak ada niat buat cari, ”ungkapnya semangat. Selain itu ada juga party holic yang jadi biro jodoh saat party. ”Aku suka sok jadi mak comblang pas party, dengan mengajak teman kita masing-masing yang masih single. Biarpun belum tertentu ada yang berhasil jadian, tetap aja fun!” tutur mahasiswa Sistem Informatika, Tino.
GANTI SUASANA
Terdapat juga fakta baru, bahwa party juga bisa bikin party holic bosen. Lho kok?! Menjamurnya club dengan lokasi party indoor itulah yang membuat para party goers bosan. Mereka bosan dengan konsep party in da club yang itu-itu aja. Lalu, ke mana perginya para party goers ini? Apa mereka udah insaf dan nggak party lagi?
Hey…, party goers ini gak kemana-mana kok, yang namanya party goers will always go to the goers! Mareka hanya ingin ganti suasana pesta dengan yang lebih menyatu dengan alam. Bersatu Dengan Alam? Beach party atau pesta pantai adalah jawabannya. Party yang satu ini lagi happening. Sudah banyak party goers yang falling in love sama party yang lokasinya di pantai ini. (Diez)
Powered By Blogger